Pages

Powered By Blogger
Showing posts with label Komunikasi Antar Pribadi dan Kelompok. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi Antar Pribadi dan Kelompok. Show all posts

Sunday, October 28, 2012

Memahami Diri Pribadi dalam Komunikasi



Dosen : Rifqi Muflih, S.Sos


Diri pribadi adl ukuran /kualitas yg memungkinkan seseorang untuk dianggap/ dikenali sbg individu yg berbeda dg individu lainnya.
Kualitas yg membuat seseorang itu khas, tumbuh dan berkembang mel interaksi sosial yi berk’si dg orang lain
Pengalaman dan kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia (kesadaran thd apa yg sedang dan telah terjadi pd diri pribadinya, kesadaran thd diri pribadi pd dasarnya adl prosese persepsi yg ditujukan kpd dirinya sendiri 
Persepsi 
Pada abad 19 ilmuwan beranggapan apa yg ditangkap panca indera adl sesuatu yg akurat dan nyata. Tapi mengapa seseorang biasanya punya kesan yg berbeda mengenai lingkungannya? Ternyata apa yg kita amati dipengaruhi oleh citra retina mata dan terutama oleh kondisi pikiran.  Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar individu maka semakin sering mereka berkomunikasi.

Persepsi menurut Fisher : 
interpretasi thd berbagai sensasi (penginderaan) sbg representasi dari obyek2 eksternal.
Interpretasi dan pemberian makna thd orang / objek tertentu
Pengetahuan ttg apa yg dpt ditangkap oleh    indera
Sarana yg memungkinkan kita memperoleh kesadaran akan sekeliling dan lingkungan kita

Syarat terjadinya persepsi :

1. adanya obyek eksternal untuk dpt ditangkap oleh indera kita (nyata/kurang nyata, mis : persepsi ttg diri tapi keberadaanya dpt kita rasakan)

2. adanya informasi untuk diinterpretasikan informasi adl segala sesuatu yg diperoleh melalui sensasi/indra yg kita miliki 
3. sifat representatif dari penginderaan tdk mengartikan secara langsung tapi mengartikan makna dari informasi yang kita anggap mewakili objek persepsi tsb

Persepsi manusia terbagi dua :
1. Persepsi thd obyek : melalui lambang2 fisik, menanggapi sifat luar,tidak bereaksi/ statis.
2.  Persepsi thd manusia : melalui lambang2 verbal dan non verbal,    menanggapi sifat luar dan dalam (perasaan, motif, harapan, dsb), beraksi/dinamis dpt berubah dari waktu ke waktu, lebih cepat daripada perspsi thd objek

Persepsi thd lingkungan fisik :
Penilaian thd bulan
Amerika utara=melihat pria dibulan
Indian Amerika=melihat kelinci
Cina=melihat wanita yg meninggalkan suaminya
Samoa=wanita yg sedang menangis
Sunda=melihat nenek mereka (nini anteh)

Persepsi sosial :
proses menangkap arti objek2 sosial dan kejadian2 yg kita alami dalam lingkungan kita.
Manusia bersifat emosional shg penilaian thd mereka mengandung resiko.
Latar belakang pengalaman, budaya dan suasana psikologis yg berbeda membuat persepsi kita juga berbeda

Faktor2 yg Memperngaruhi Kecermatan dalam Mempersepsi Orang Lain :
►   Intelegensia
►   Kemampuan menarik kesimpulan atas perilaku orang lain
►   Otoritarianisme yg rendah yg cenderung menilai orang lain dg lebih baik
►   Objektivitas thd diri sendiri akan cenderung memiliki wawasan yg baik atas perilaku orang lain 


Proses Persepsi :      
                                 
  1. Terjadinya stimulasi alat indra
alat indera dirangsang,
contoh : mendengar suara musik, mencium parfum orang yg duduk dekat dengan kita, mencicipi sepotong kue, dst 
  1. Stimuli terhadap alat indera diatur
diantaranya berdasarkan prinsip proksimitas atau kedekatan (proximity)
contoh:  orang yang secara fisik mirip satu sama   
           lain dipersepsi bersama dan prinsip kelengkapan (closure) atau 
           kita cenderung mempersepsi suatu  pesan yg tdk lengkap sbg  
           gambar/pesan yang lengkap contoh : mempersepsi gambar 
           setengah lingkaran sebagai lingkaran yg penuh 
3. Stimulasi alat indera ditafsirkan –dievaluasi 
          - penafsiran dan evaluasi berdasarkan rangsangan dari luar
            dan dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu,   
            kebutuhan, keinginan, sistem nilai, keyakinan, keadaan fisik 
            dan emosi yg ada pada kita
          -  walaupun kita semua menerima pesan sama,  cara masing2 
             orang menafsirkan dan mengevaluasi tdklah sama, ex : suara 
             musik rock bagi sebagian orang mrpk musik yg ingar bingar
             tapi bagi sebagian yg lain mrpkn musik yg indah
          - penafsiran-evaluasi ini juga berbeda bagi satu orang yg sama 
            dari waktu ke waktu, ex : musik slow pd saat jatuh cinta mrpk
            sesuatu yg enak didengar tapi saat putus cinta ???
Sifat – Sifat Persepsi 
1. Persepsi adalah pengalaman
     -  sebagai dasar untuk melakukan
        interpretasi atau mengartikan makna dari sesuatu
     -  dasar ini bisa ditemukan pada pengalaman masa
         lalu kita dg orang, objek, peristiwa tsb / hal2 yg 
         menyerupainya 
2. Persepsi adalah selektif
    -  individu cenderung mempersepsi atas dasar sikap, 
       nilai, yg ada dalam dirinya dan mengabaikan karakteritik yg tdk relevan dgnya.
    -  kita cenderung memperhatikan bagian2 ttt dari 
        obyek / orang / peristiwa atau hanya karakteristik tertentu yg kita inginkan 
3.  Persepsi adl penyimpulan
     -  interpretasi pd dasarnya adlh penyimpulan atas informasi yg ada (tdk
         lengkap)
     -  berhub dg sifat selektif, karena keterbatasan otak kita hanya dapat mem-persepsi 
         sebagian karakteristik dan melakukan pelompatan penyimpulan 
4. Persepsi tidak akurat
     - suatu persepsi mengandung kesalahan pd kadar tertentu
     - hal ini disebabkan oleh pengaruh sifat2 persepsi sebelumnya
     - mis : karena penyimpulan yg terlalu mudah/ menyamaratakan
       menganggap sama sesuatu yg hanya mirip
     - ketidakakuratan tdk selalu menimbulkan / menjadi msl dlm KAP
5. Persepsi adl evaluatif
    - persepsi tdk akan pernah obyektif karena interpretasi yg kita
      lakukan brdsrkan pengalaman dan merefleksikan sikap, nilai, 
      dan keyakinan pribadi untuk memberi makna pd obyek persepsi
    - dlm mempersepsi biasanya individu memberikan penilaian dan jarang bersifat netral
    -  kita cenderung mengingat hal2 yg memiliki nilai ttt baik/buruk) 
       dan hal2 netral / biasa saja cenderung kita lupakan / tdk bisa kita ingat dg baik 
►   Elemen2 Persepsi :
1. Sensasi atau penginderaan dan interpretasi
   
   ketika seseorang menangkap sesuatu melalui inderanya (melihat, mendengar, mencicipi, membaui/meraba) maka secara simultan dia atau menginterpretasikan makna hasil penginderaan 
2. Harapan

    kita cenderung untuk mendengar apa yg ingin kita dengar dan melihat apa yg kita harapkan untuk dilihat terlepas dari apa yg ‘sesungguhnya’ kita dengar dan lihat 
3. Bentuk dan latar belakang 
   -salah satu cara u/ memahami pros persepsi terletak pd kemampuannya u/ 
     membedakan a/ berbagai informasi
   -informasi yg dianggap lebih penting dan relevan  disebut figur
   -informasi yg dianggap tdk penting / kurang penting/ kurang relevan disebut back ground
4. Perbandingan 
    - seorang biasanya meyakini kebenaran persepsinya dan mrpkn 
      cara yg bisa digunakan untuk menentukan ke-valid-an-nya
    - dg cara membandingkannya dg sesuatu, jika makna yg
      dipersepsikan konsisten/mirip 
5. Konteks
    - seperangkat fenomena yg sama dg objek persepsi kita
    - konteks dimana kita mempersepsikan suatu obyek, sangat kuat
       pengaruhnya
    - konteks mrpkn objek2 lain atau peristiwa lainnya 
►   Memahami Orang Lain Dalam Komunikasi

     Dalam KAP, terdapat 2 diri pribadi yg hrs dikenali, yi diri kita sendiri dan diri orang lain yg menjadi partner k’si kita. Upaya u/ mengenali orang lain (mempersepsi orang lain) dg melakukan persepsi thd perilaku k’sinya yg dpt diamati 
Tujuan partisipan kap mengenali partisipan lainnya :

1. Mengurangi ketidakpastian: mengurangi resiko salah persepsi

2. Perbandingan sosial: 
u/ evaluasi diri / mengetahui bgmana diri kita cenderung membandingkan dg orang yg   setara dg kita, untuk mengetahui perlu/tdk melanjutkan perilaku k’si 

Kedua tujuan ini terbatas pd tahap pengenalan/mulai mengenal, yaitu tahap awal KAP. Interaksi selanjutnyaa/ semakin mengurangi ketidakpastian dan memperjelas bagaimana hrs berinteraksi dan biasanya membawa pd penemuan kesamaan Persepsi thd orang lain
Mempersepsi orang lain mencakup persepsi thd karakteristik fisik dan perilaku k’si orang tsb.
Steve Ducks mengemukakan bahwa perilaku tsb a/ membantu dlm 3 hal :
§Perilaku tsb mungkin a/ terasa menyenangkan bg kita
§Perilaku tsb memberi informasi yg dpt digunakan u/ 
  membentuk kesan internal seseorang (kepribadian, sikap, keyajinan, nilai, dsb)
§Perilaku tsb memberi perkiraan kelanjutan hubu dikemudian hari
               
     persepsi thd kepribadian/kondisi internal spt main tebak2an , semakin banyak informasi (k’si) maka tebakan semakin akurat. Hal-hal yang berpengaruh ketika mempersepsi orang lain :

►   Kesan pertama
►   Daya tarik fisik
►   Generalisasi dan stereotip
►   Peranan sosial 
►   3 proses kognitif dlm mempersepsi orang lain:
►   Implicit personality theory
►   Proses atribusi
►   Responsse sets
►   Implicit personality theory 

     bdrskan pengalaman masa lalu, kita telah mengenal berbagai ciri psikologis /kepribadian yg berbeda2 dari orang yg berbeda2 pula. ktk berinteraksi dg orang lain dan mengamati perilakunya, kita mengurangi ketdkpastian dg mengevaluasi sesuai dg ciri psikologis yg telah kita kenal. kebalikan dr stereotyping (mengklasifikasi scr umum dan menerapkan pd orang lain tanpa tahu lebih jauh sbg individu yg spesifik). dimulai dari individu, mengidentifikasinya kdlm kls sosial brdsrkan apa yg kita ketahui ttg individu tsb sbg sosok yg khas. sist. Aturan yg mengatakan kpd anda mana karakteristik yg sesuai u/ karakteristik yg lain 

            2. Proses Atribusi
► proses intrapribadi yg menempatkan penyebab/pengendali atas s/ peristiwa kpd seseorang/sesuatu
►  menyimpulkan motif, maksud dan karakteristik orang lain dg melihat perilakunya yg tampak
►  menempatkan locus of control kpd seseorang (disposisional) / kpd konteks (situasional)
►   membantu menyusun penjelasan mengenai s/ kejadian/peristiwa
►   relatif akurat menggambarkan hub ant psikologis dg perilaku mempengaruhi hsl hub. Antar pribadi (meneruskan/meningkatkan hub)

 3. Responsse Set
            ►   Merupakan predisposisi tertentu yg dilakukan u/menanggapi
             orang lain
            ►   Jalan pintas u/ melakukan penyimpulan
            ►   Salah satu proses kognitif individu dalam mempersepsi orang lain
            ►   Proses tsb mrpkn lompatan penyimpulan atas perilaku orang lain
            ►   Hallo effect
            ►   menggeneralisasikan perilaku orang lain dlm situasi ttt 
                   pd situasi lain yg sama sekali  blm kita ketahui
            ►   kita mengabaikan situasi yg dpt mempengaruhi tindakan orang
            ►  kita melupakan kenyataan bahwa orang akan berprilaku dan 
                  menampilkan peran yg berbeda dlm situasi yg berbeda dan kpd orang berbeda 
            ►   Leniency effect
            ►   membiarkan hubungan kita dg seseorang mempengaruhi persepsi kita thd orang tsb 
Bentuk2 responsse set :
►   Konsep yg menjelaskan perilaku kita thd orang lain :
►   Untuk dapat berkomunikasi secara efektif, kita berharap untuk dapat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita, memberikan penilain yang baik mengenai diri kita atau paling tidak memiliki kesan kalau kita konsisten dengan tujuan komunikasi kita kepadanya.
►   Kita tidak dapat memaksakan hal tersebut tapi bisa melakukan sesuatu untuk mengarahkan persepsi mereka, yakni kita dapat berperilaku dlm cara-cara tertentu yang dapat mendorong kearah kesan  tertentu mengenai diri kita
►   Tindakan ini wajar buan selalu upaya berpura-pura atau menipu orang lain, karena individu mempunyai peran sosial yg berbeda bagi seseorang atau situasi 
Konsep2nya sbb :
1. Impression Management (Erving Gofman)
    • bagaimana setiap orang dlm kehidupan sehari2nya terlibat dalam “memerankan”dirinya kepada orang lain.
    • memandang KAP sbg sebuah drama atau sandiwara.
    • sebagai partisipan, kita bukan hanya sebagai aktor, tapi sekaligus penulis skenario yang menulis naskah kehidupan nyata ktk kita terlibat dlm KAP
    •  kita menghadirkan diri kita dlm 2 bentuk prilaku : depan dan belakang
    • depan mengacu pd bagian diri kita yg berada diatas  panggung yg dpt diamati/tampak oleh orang lain (situasi pribadi)
    • belakang mengacu pd perilaku dibelakang panggung yg kita lakukan ktk tdk ada orang lain/tdk menyadari adanya orang lain yg hadir disekitar kita(situasi sosial)
    • perilaku kita mrpk respon thd perilaku orang lain shg kita dpt berinteraksi scr wajar dan mampu mengendalikan kesan orang lain thd diri kita
2. Rhetorical Sensitivity
    • Rod hart dan Don Burks
    • Mengacu pd kualitas persepsi yg didasarkan atas kemungkinan2
    • Peka thd diri sendiri, situasi dan orang lain
    • Melakukan adaptasi thd kemungkinan2
►   Ada 5 karakteristik yg menandai:
§  Dpt menerima kompleksitas pribadi, s/ individu mrpkn kesatuan dari banyak diri
§  Menghindari sifat kaku/keras dlm berk’si dg orang lain
§  Mengimbangkan kepentingan pribadi dg kepentingan orang lain (kesadaran interaksi)
§  Sadar kapan hrs mengk’sikan atau tdk  sesuatu dlm situasi yg berbeda
§  Sadar bahwa s/ pesan dpt dikemukakan mel berbagai cara dan dpt menyesuaikan cara penyampaian pesan kpd partner k’si dlm situasi ttt 
           3. Attributional Responsses

     Kita menanggapi dengan cara yg secara jelas menunjukan makna tertentu terhadap perilaku orang lain sehingga tindak komunikasi dalam sebuah percakapan dapat menyertakan ekspresi/pernyataan atributif melalui penilaian terhadap makna perilaku orang lain
4. Konfirmasi Antarpribadi 
Mrpkn tanggapan atau reaksi atau perilaku orang lain. Ketika kita mengarahkan kesan pd     saat yg sama orang lain (partner komunikasi juga melakukan hal yg sama)
►   Dlm menanggapinya kita memiliki 3 alternatif :
      a. Konfirmasi
          Kita menerima identifikasi orang lain spt yg ditampilkan dihadapan kita
      b. Menolak
          Kita mengakui keberadaan orang tsb namun menyangkal
          definisi diri yg dia tampilkan
      c. Diskonfirmasi
          Lebih jauh dari penolakan, sepenuhnya mengabaikan pesan orang 
          lain dan menganggapnya tdk pernah diucapkan


Tuesday, June 5, 2012

INDIVIDU DALAM KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Dosen : Rifqi Muflih, S.Sos



Dalam melakukan komunikasi antarpribadi, komunikator perlu memahami aspek psikologis komunikan.
Aspek psikologis dalam komunikasi antarpribadi menentukan juga derajat keberhasilan komunikasi antara komunikator dengan komunikan

Aspek Psikologis dalam KAP

Letak (Lokus) Psikologis:
Aspek psikologis yang dimaksud adalah terletak dalam diri individu

Asumsi dari lokus psikologis
Psikologis individu tidak dapat teramati secara langsung atau kasat mata, untuk memahami psikologi orang lain, seseorang perlu melakukan pendekatan misal nya lewat komunikasi
Lokus psikologis dari k’si mengasumsikan individu memiliki 2 dimensi : internal dan eksternal
Fungsi memahami aspek psikologis saat berkomunikasi dengan orang lain: menginterpretasikan tanda – tanda  melalui tindakan atau perilaku yg dapat diamati.

Contoh: Pimpinan dapat meng-intepretasikan apa yang sedang dialami karyawan nya (tidak termotivasi bekerja karena ada masalah dengan rekan sekerja, atau keluarga) ketika pimpinan tersebut mulai “menyentuh” aspek psikologis karyawan itu, ketika berkomunikasi.


Tatanan Psikologis Dalam Komunikasi
KAP dapat berlangsung dengan efektif jika antara komunikator dengan komunikan memiliki saling memahami aspek psikologis lawan bicara masing – masing.



Ketika A & B ber-komunikasi, mereka secara individual & serempak  memperluas diri pribadi masing – masing ke dalam tindakan komunikasi melalui pemikiran, perasaan, keyakinan atau melalui proses psikologis mereka (proses ini berlangsung sepanjang ke-2nya berkomunikasi)
Komunikasi akan menjadi semakin efektif ketika bid. Overlapping makin membesar.

Fenomena tsb menghasilkan suatu situasi dimana antara A&B saling berbagi pemahaman (tdk berarti memiliki kesamaan pemahaman/ diri, namun terdapat 2 individu yg berbeda yg mempunyai kesamaan karakteristik ttt.

Persamaan tsb mrpk persinggungan dari 2 atau lebih pemahaman yg berbeda tapi punya kesamaan karakteristik ttt dan ini tdk akan menjadi s/ pemahaman tunggal.

PRINSIP KOMUNIKASI:

HAFIED CHANGARA



Tiga prinsip dasar komunikasi (Cangara, 1998):
Komunikasi hanya bisa terjadi bila terdapat pertukaran pengalaman yang sama antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi (sharing similar experiences)
Jika daerah tumpang tindih (the field of experiences) menyebar menutupi lingkaran A atau B, menuju terbentuknya satu lingkaran yang sama, maka makin besar kemungkinannya tercipta suatu proses komunikasi yang mengena (efektif).

Tetapi kalau daerah tumpang tindih ini makin mengecil dan menjauhi sentuhan kedua lingkaran, atau cenderung mengisolasi lingkaran masing-masing, maka komunikasi yang terjadi sangat terbatas. Bahkan besar kemungkinannya gagal dalam menciptakan suatu proses komunikasi yang efektif.
Jadi komunikasi psikologis merupakan persinggungan dari proses2 psikologis yg berbeda bukan proses psikologis tunggal. Meskipun tidak akan terjadi sinkronitas sempurna, mereka akan tetap berkomunikasisi berdasarkan persinggungan proses psikologis mereka.

Contoh: Komunikator seorang yang ekstrovert, sementara komunikan adalah seorang introvert, keduanya akan tetap dapat saling mengerti jika berusaha untuk memahami aspek psikologis lawan bicara.

Menurut A. Fisher, ketika kita berkomunikasi dg orang lain maka proses intrapribadi kita paling sedikit memiliki 3 tataran yg berbeda, yakni :
Pandangan kita mengenai diri kita sendiri (persepsi)
Pandangan kita mengenai diri orang lain (meta persepsi)
Pandangan kita mengenai pandangan orang lain ttg diri kita (meta2 persepsi)

tiap tataran berfungsi secara simultan ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang lain dan dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh tataran lainnya.     -Dlm KAP, sedikitnya ada 2 orang yg terlibat, shg pada saat ketiga tataran proses psikologis ini beroperasi pada kita, hal yg sama akan berlaku pula pd diri partner k’si kita.

Jadi arti penting dari k’si bukanlah kesamaan yg sempurna antara dua proses psikologis tapi berk’si seolah2 ada kesamaan diantara mereka, seolah2 berbagi diri shg proses psikologis mereka dpt mempengaruhi KAP dan hubungan sosial yg terjadi.

proses psikologis tsb sama artinya dg proses intra pribadi bukan KAP. Proses psikologis scr potensial dpt berpengaruh pada k’si dan hub. Antar pribadi karena individu menggunakannya sbg pedoman untuk bertindak/berprilaku. Tapi kita jangan menganggap bahwa hanya proses psikologislah yg menentukan k’si. K’si efektif adalah adanya pemahaman ttg diri sendiri maupun partner k’si kita

Saturday, April 28, 2012

KONSEP DIRI DAN SELF DISCLOSURE DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Dosen : Rifqi Muflih, S.Sos



 DEFINISI KONSEP DIRI

Menurut William D Brooks,
Konsep Diri adalah persepsi tentang diri kita yg bersifat fisik, psikologis, dan sosial yg datang dari pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain.

Persepsi Fisik: Rupa cantik atau jelek, penampilan fisik menarik atau tidak, kekuatan tubuh, dst
Persepsi Psikologis: Watak, yg membuat senang atau sedih, yang membuat benci, dst
Persepsi Sosial: Pandangan orang lain terhadap saya, disukai atau tidak, dihargai atau tidak, dst

JENIS – JENIS KONSEP DIRI MENURUT JOHARI WINDOW’S


Wilayah Terbuka (My Public Self/Open Area)
berisikan informasi yang diketahui oleh diri sendiri dan orang lain.

Wilayah Buta (My Blind Spot)
berisikan informasi tentang diri kita yang diketahui orang lain tetapi kita sendiri tidak mengetahuinya.

Wilayah Tak Dikenal (My Unconscious Self/Unknown Self)
bagian dari diri kita yang tidak diketahui baik oleh kita sendiri maupun oleh orang lain.

Wilayah Tersembunyi (My Hidden Self)
semua hal yang kita ketahui tentang diri sendiri dan orang lain tetapi hanya disimpan untuk sendiri.

JENIS – JENIS KONSEP DIRI MENURUT WEAVER

Konsep diri Weaver:

Self Awareness / Kesadaran diri
proses menyadari diri tentang siapakah aku, di mana aku berada, dan bagaimana orang lain memandang diriku.

Self Acceptance / Penerimaan diri
jika orang sadar pada dirinya, maka apa yang terjadi akan diterimanya sebagai kenyataan.

Self Actualization / Aktualisasi diri
dengan menerima kenyataan itu, orang baru dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Self Disclosure / pengungkapan diri
apabila kita memiliki keinginan untuk maju, maka keinginan itu perlu diungkapkan atau dikomunikasikan agar orang lain dapat mengetahuinya.

Pembentukan Konsep-diri

Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita hanya bisa diperoleh melalui informasi yang diberikan oleh orang lain kepada kita.
Konsep diri yang paling dini umumnya dipengaruhi oleh keluarga, dan orang-orang dekat lainnya di sekitar kita, termasuk kerabat.

KOMPONEN KONSEP DIRI

Konsep diri memiliki 2 komponen :

kognitif disebut self image (citra diri), ex : saya pintar
afektif disebut self esteem (harga diri)/ persepsi evaluatif seseorang thd diri sendiri, ex: saya senang bahwa saya pintar

PENYINGKAPAN DIRI (SELF DISCLOSURE)

Teori Penyingkapan Diri:
  • Membeberkan Informasi tentang diri sendiri secara sengaja
  • Membiarkan orang lain mengetahui kehidupan kita
  • Setiap Individu memiliki konsep diri
  • Konsep diri lebih dapat terungkap jika menggunakan KAP (Komunikator –Komunikan, sebaliknya)

ASUMSI SELF DISCLOSURE

KAP akan lebih efektif jika antara komunikator dan komunikan memiliki konsep diri yang positif.
KAP akan lebih efektif jika komunikator dan komunikan dapat menyingkap masing – masing konsep diri.

DEFINISI SELF DISCLOSURE

Definisi Self Disclosure: Joseph A. Devito
self disclosure: suatu bentuk k’si dimana informasi ttg diri yang biasanya disimpan atau disembunyikan, dikomunikasikan kepada orang lain.

Definisi Self Disclosure: Culbert
Culbert menyebutkan bahwa informasi yg diungkapkan dalam self disclosure bersifat sangat pribadi (personally private)

Dimensi Self Disclosure

1. Ukuran self disclosure
dpt dilihat dari frekuensi seseorang melakukan nya dan berapa lama durasi/ waktu untuk menyatakan pengungkapan diri tsb.

2. Valensi self disclosure
kualitas positif dan negatif dari self disclosure (baik dan menyenangkan atau tdk menyenangkan. Ini akan menimbulkan dampak yg berbeda baik bagi yg mengungkapkan maupun pendengarnya.

3. Kecermatan dan Kejujuran
kecermatan dan ketepatan dibatasi oleh sejauhmana kita mengenal diri kita sendiri. self disclosure juga tergantung kejujuran

4. Tujuan / maksud
kita dpt menyingkapkan sesuatu yg kita maksudkan shg dpt mengontrol self disclosure

5. Keintiman
kita dpt menyingkapkan hal2 yg paling intim atau sbg periferal atau hal2 yg terletak diantara keduanya.
Faktor2 yang Mempengaruhi Self Disclosure :

1. Besar kelompok
Pengungkapan diri lebih banyak terjadi dalam kelompok kecil ketimbang kelompok besar. Diad (kel. Yg terdiri atas 2 orang) merupakan lingkup kelompok yang dirasa cocok karena pelaku komunikasi nya tidak banyak. Jika pendengar lebih dari 1 maka tanggapan pun akan semakin beragam sehigga sulit meresapi tanggapan dg cermat.

2. Perasaan menyukai
kita membuka diri kpd orang2 yg kita sukai / cintai, orang yg kita sukai / menyukai kita cenderung bersikap mendukung positif, kita juga lebih banyak membuka diri pd orang yg kita percayai.

3. Efek diadik
Kita melakukan pengungkapan diri bila orang yg bersama kita juga melakukan pengungkapan diri Hal ini membuat kita merasa lebih aman.
Berg&Archer melaporkan pengungkapan diri menjadi lebih akrab bila dilakukan sebagai tanggapan atas pengungkapan diri orang lain.

4. Kompetensi
Orang yg kompeten biasanya lebih percaya diri dan lebih mempunyai banyak hal positif ttg diri mereka sendiri untuk diungkapkan ketimbang orang2 yg tdk kompeten.

5. Kepribadian
Orang2 yg pandai bergaul dan ekstrovert melakukam pengungkapan diri lebih banyak ketimbang mereka yg kurang pandai bergaul dan introvert. Orang yg kurang berani bicara pd umumnya juga kurang bisamengungkapkan dirinya.

6. Topik
sejumlah topik lebih memungkinkan orang untuk membuka diri daripada topik lain
-ex: kita cenderung membuka diri ttg pekerjaan/hobi daripada kehidupan seks /keuangan

7. Jenis Kelamin
banyak riset menunjukan bahwa wanita lebih membuka dirinya dibandingkan pria,wanita lebih banyak mengungkapkan diri pd yg ia sukai sedangkan pria lebih banyak pd orang yg ia percayai.

8. Ras, kebangsaan dan usia
kulit putih lebih terbuka daripada kulit hitam,orang Amerika lebih terbuka daripada orang Puerto Rico, Jerman, Inggris dan Timur Tengah. self disclosure lebih banyak terjadi pd pasangan usia 17-50 thn, setelah usia tsb kecenderungan self disclosure menurun.

Definisi , Hakikat, Ciri-ciri dan Tujuan Komunikasi Antarpribadi

Dosen : Rifqi Muflih, S.Sos


DEFINISI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI.

Definisi Komunikasi Antarpribadi
Tiga ancangan utama definisi komunikasi antar pribadi:
1. Definisi berdasarkan komponen (componential)
2. Definisi berdasarkan hubungan diadik (relational [dyadik])
3. Definisi berdasarkan pengembangan     (developmental)

1. Definisi berdasarkan komponen (componential)

Penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (lihat komponen2 komunikasi)

2. Definisi berdasarkan hubungan dyadik (relational [dyadik])

Komunikasi yang berlangsung diantara 2 orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Mis : pramuniaga-pelanggan, orang tua-anak, wawancara 2 orang, dsb.
Hampir tidak mungkin k’si dydic bukan KAP bahkan orang asing yg menanyakan alamat termasuk kap
Diperluas sampai sekelompok kecil orang ( 3 atau 4 orang).

Ciri2 komunikasi dyadik:
a.    Peserta komunikasi berada dlm jarak yg dekat
b.    Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan (verbal, non
c.    verbal)
d.    Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung  jawab para peserta komunikasi
e.    Kedekatan hubungan peserta komunikasi tercermin pd jenis – jenis pesan atau respon nonverbal
f.    mereka seperti sentuhan, tatapan yg ekspresif, dan jarak fisik yg dekat
g.    Komunikasi antarpribadi mungkin didominasi oleh satu pihak

3. Definisi berdasarkan pengembangan

Komunikasi antar pribadi dimulai dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) menjadi komunikasi pribadi atau intim (mrpk akhir k’si tak pribadi/impersonal)

Menurut Deddy Mulyana:
Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara orang2x secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain scr langsung baik verbal maupun non verbal.

HAKIKAT KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Diantara semua pengetahuan & keterampilan yg dimiliki manusia komunikasi termasuk yg paling penting dan berguna.

Komunikasi intrapribadi :
 Anda berbicara dgn diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri, meyakinkan diri sendiri tentang ini dan itu, mempertimbangkan keputusan2x yg akan diambil, dan menyiapkan pesan2x yg akan Anda sampaikan kpd orang lain.
Misal: berpikir, melamun, dll.
Komunikasi antarpribadi :
Anda berinteraksi dgn orang lain, mengenal mereka dan diri Anda sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kpd orang lain.
Misal: dgn kenalan baru, kawan lama, kekasih, anggota keluarga, dll.

Komunikasi kelompok kecil & organisasi : 
Anda berinteraksi dengan orang lain, memecahkan masalah, mengembangkan gagasan baru, dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Misal: Wawancara kerja, rapat dewan eksekutif, pertemuan minum kopi informasl s/d pertemuan formal yg membahas masalah2x internasional.

Komunikasi publik/terbuka :
 orang lain memberi anda informasi, dan membujuk anda, untuk membeli, berpikir dgn cara tertentu, untuk mengubah sikap, pendapat, atau nilai.
Komunikasi massa : Anda dihibur, diberi informasi, dibujuk oleh media (TV, radio, koran, dan buku). Melalui kebiasaan Anda membaca dan pola belanja anda, anda akan mempengaruhi bentuk dan format media.

CIRI – CIRI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Menurut Deddy Mulyana :

1.    Anggota dlm proses komunikasi tatap muka
2.    Pembicaraan berlangsung scr terpotong2 karena peserta bebas berbicara, ini disebabkan kedudukannya relatif sama (tidak ada yg mendominasi pembicaraan/pembicara tunggal)
3.    Sumber dan penerima sulit dibedakan dan diidentifikasi, antar anggota saling mempengaruhi satu sama lain.

Ciri- ciri KAP menurut Judy. C. Pearson) :

1.    KAP bersifat transaksional
2.    KAP mencakup aspek isi pesan dan hubungan antar pribadi
3.    KAP dimulai dg diri pribadi (self)
4.    KAP mensyaratkan adanya kedekatan fisik antar pihak2 yg berkomunikasi
5.    KAP melibatkan pihak2 yg saling bergantung satu sama lain
6.    KAP tidak dapat diubah maupun diulang

TUJUAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

1.Mengenal diri sendiri dan orang lain

KAP memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri, belajar bagaimana dan sejauhmana terbuka pd orang lain serta mengetahui nilai, sikap dan perilaku orang lain shg kita dpt menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.

2. Mengetahui dunia luar

KAP memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek, kejadian dan orang lain. Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh KAP.

3.Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna

KAP yg kita lakukan banyak bertujuan  untuk menciptakan dan memelihara  hubungan yg baik dg orang lain. Hubungan tsb membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih positif ttg diri kita sendiri.

4.Mengubah sikap dan perilaku

Banyak waktu yg kita pergunakan untuk mengubah/ mempersuasi orang lain melalui KAP

5.Bermain dan mencari hiburan, kejadian lucu mrpk kegiatan untuk memperoleh hiburan.

Hal ini bisa memberi suasana yg lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dsb.

6. Membantu orang lain

Psikiater, psikologi klinik dan ahli terapi adl contoh2 profesi yg menggunakan KAP untuk menolong orang lain. Memberikan nasihat dan saran kpd teman juga mrpk contoh tujuan proses KAP untuk membantu orang lain.